nama web nya disini

Halaman

Kontak

  • Telp
    0536 3221633
  • Fax
    -
  • Email
    smk3pky@yahoo.com

Layanan Lain

  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP Address : 107.22.30.57
Browser : Jenis lainnya

Kabut Asap, SMP dan SMA Libur

Berita Media Online - 30 September 2015

PALANGKA RAYA – Akibat kabut asap yang semakin tebal, sekolah di Kota Palangka Raya dan Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau akhirnya libur total. Setelah meliburkan siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) sehari sebelumnya, Kamis (10/9) pagi, giliran Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) diliburkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Mulai hari ini (Kamis, 10/9) hingga 16 September 2015 kami juga meliburkan siswa SMP dan SMA. Mereka akan mulai masuk kembali pada Kamis, 17 September mendatang,” kata Kadisdikbud Kota Palangka Raya Hj Norma Hikmah MSi di Palangka Raya, kemarin.

Norma mengatakan, keputusan ini hanya berlaku hingga pekan depan. Kebijakan selanjutnya, akan disesuaikan dengan kondisi udara di Palangka Raya. Keputusan mengambil libur ini menurutnya merupakan suatu dilema, karena pasti akan meninggalkan pelajaran. Sebagai solusinya, sekolah juga diimbau untuk memberi pekerjaan rumah (PR) bagi siswa selama libur.

“Kami tidak mau mengambil risiko dengan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Makanya diputuskan libur. Jika tetap dipaksa masuk sekolah, siswa bisa sakit. Agar tidak ketinggalan pelajaran, guru harus memberi PR. Biar siswa ada kegiatan di rumah dan pelajarannya tidak tertinggal,” tutupnya.

Sementara itu, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kota Palangka Raya, khususnya Disdikbud setempat dianggap oleh sebagian orangtua/wali siswa tidak menyelesaikan masalah.

Karena menurut mereka, dengan diliburkan sekolah, anak-anak cenderung tidak terkontrol karena akan mengisi aktivitasnya dengan bermain di luar rumah, tanpa mengindahkan bahaya kabut asap bagi kesehatannya.

“Banyak orangtua yang kesulitan melarang anaknya main di luar rumah selama sekolah diliburkan. Tidak usah libur sekolah hari minggu aja, banyak ibu tetangga saya mengeluhkan anak mereka yang bermain tidak kenal waktu dan bahaya,” ucap Ratna, warga Flamboyan Bawah Jalan A Yani Palangka Raya kepada Tabengan saat menjemput anaknya pulang sekolah di SMPN 1 Palangka Raya.

Hal serupa juga disampaikan Toto, warga Jalan Mendawai. Menurutnya, Pemko terlalu mudah memutuskan untuk meliburkan sekolah. Selain sangat mengganggu jadwal pendidikan anak-anak juga tidak menyelesaikan masalah, karena tidak membuat anak-anak tinggal diam di dalam rumah.

Toto yang kesehariannya bekerja sebagai cleaning service di Polda Kalteng itu mengungkapkan, akan lebih baik jika anak-anak tetap sekolah dengan langkah-langkah tambahan sebagai antisipasi dampak buruk asap. Misalnya dengan membatasi anak-anak keluar dari kelas, termasuk saat waktu istirahat.

“Kalau setiap muncul asap sekolah diliburkan, bisa kacau. Terlebih, tidak ada kepastian kapan asap hilang. Kalau terus ada asap, apa akan seterusnya diliburkan,” tutup wali siswa SMPN 2 Palangka Raya itu.

Di Nanga Bulik, menindaklanjuti instruksi lisan Bupati Lamandau Marukan, Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) setempat meliburkan siswa sekolah hingga Sabtu (12/9) besok.

“Sesuai instruksi Bupati menyikapi kabut asap untuk semua satuan pendidikan mulai PAUD hingga SLTA kita liburkan hingga Sabtu. Untuk selanjutnya kita masih melihat siatuasi,” ungkap Kadisdikjar Lamandau Lidan Hoder, Kamis.

Sementara di Kasongan, hasil rapat Pemerintah Kabupaten Katingan yang dipimpin Wakil Bupati Sakariyas merekomendasikan bahwa wilayah setempat sudah dalam keadaan darurat asap.

“Indikator Standar Pencemaran Udara (ISPU)-nya sudah di atas 300 atau lebih dari 700,” kata Sakariyas kepada sejumlah wartawan, Kamis.

Selain itu, adanya masyarakat Katingan yang terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan lebih dari 300 pasien terserang diare.

Dikatakan Sakarias, kalau memang sudah ditetapkan nantinya kondisi Katingan dalam keadaan darurat asap oleh Bupati, kepada semua stakeholder terkait diminta untuk menindaklanjuti keadaan dan kondisi Katingan ini. Misalnya, Disdik Katingan agar semua sekolah dari berbagai jenjang pendidikan diliburkan sementara asap hingga kondisi asap tidak berbahaya lagi. nta/c-kar/c-dar

Sumber : Tabengan

Baca Juga

0 Komentar

Belum ada komentar

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar